4 Hal Penting Yang Perlu Anda Lakukan Setelah Membeli Mobil Bekas!


Sabtu, 13 November 2016 - 09:00 wib


Membeli mobil bekas bisa dijadikan solusi ketika anda hanya mempunyai budget minim tapi menginginkan mobil yang mempunyai spesifikasi lumayan. Jika anda akan membeli mobil bekas mungkin tips membeli mobil bekas yang telah saya ulas pada artikel sebelumnya bisa anda baca terlebih dahulu. Nah setelah anda berhasil membeli sebuah mobil bekas apa yang akan anda lakukan selanjutnya? Apakah hanya didiamkan saja?

jual beli mobil jakarta




Membeli mobil bekas salah satu kelemahanya adalah adanya kemungkinan beberapa parts yang sudah tidak layak pakai. Jika hal tersebut dibiarkan saja besar kemungkinan akan memberikan dampak yang lebih besar lagi. Berbeda jika anda membeli mobil baru, ketika sudah dibeli yang tinggal dipakai saja. Untuk itu agar mobil anda tetap dalam kondisi prima, lakukanlah beberapa hal berikut ini setelah membeli mobil bekas:

loading...


Perawatan Setelah Membeli Mobil Bekas

1. Ganti Oli Jika tidak ada track record perawatan yang terpercaya pada mobil tersebut, maka kita tidak tau secara pastinya kapan terakhir kalinya mobil tersebut ganti oli. Sebenarnya anda bisa mengecek dari kondisi oli pelumas ini mulai dari kekentalanya, warnanya, dan kotoran yang ada pada oli tersebut. Namun alangkah lebih baik jika anda mengganti dengan yang baru. Lakukanlah penggantian oli baik oli mesin, transmisi atau garden.

2. Spooring dan Balancing Spooring bertujuan untuk menyesuaikan kembali sudut pada roda depan, sedangkan balancing bertujuan agar putaran roda lebih stabil. Dengan melakukan spooring dan balancing maka mobil anda akan lebih nyaman lagi untuk dikendarai. Untuk melakukan hal ini tentu anda harus membawa membawa mobil anda ke bengkel.

3. Pemeriksaan Secara menyeluruh Lakukanlah pemeriksaan semua komponen terutama pada mesin seperti kondisi busi, minyak rem, kebocoran sistem pendingin, kondisi sistem kelistrikan dan juga kampas rem maupun kampas kopling. Untuk melakan ini sebaiknya anda bawa ke bengkel kepercayaan anda yang juga telah berpengalaman agar kerusakan sekecil apapun bisa terdeteksi.

4. Timing Belt Sama halnya dengan oli pelumas, timing belt juga harus diganti secara periodik. Biasanya penggantian timing belt dilakukan setiap 45.000 hingga 50.000 Km. Hal ini penting dilakukan agar kondisi timing belt tetap terjaga. Timing belt merupakan penghubung antara putaran mesin dari poros engkol dengan mekanisme katup. Jika timing belt ini putus maka akibatnya fatal, mesin otomatis akan mati dan bisa saja seher tumbukan dengan klep. Ujung-ujungnya anda harus mengeluarkan kocek yang lebih dalam lagi untuk mengganti sejumlah komponen.