Tips bedakan oli palsu dan asli


Sabtu, 19 Oktober 2016 - 09:00 wib


Jakarta - Seperti halnya produk lain, oli atau pelumas juga banyak dipalsukan terutama yang laris di pasaran, dan dampaknya kendaraan yang pemakailah yang menjadi korban.

Lalu bagimana cara membedakan oli asli dengan yang palsu, berikut panduan Otolovers.com berdasarkan keterangan sejumlah ahli di produsen atau distributor oli yang beredar di Indonesia:

1. Kemasan

Oli palsu biasanya menggunakan kemasan berupa botol daur ulang (bekas) sehingga penampilan fisik kemasan akan berbeda dengan oli asli dengan botol baru dari pabrik. Jangan diterima jika kemasan atau botol terlihat atau jligen terlihat kusam, kotor, atau banyak goresan.

Periksa stiker pada kemasan apakah cetakannya bagus, beresolusi tinggi, dan desain yang tidak mencurigakan. Oli palsu biasanya memiliki stiker dengan cetakan kualitas jelek, buram, dan kualitas bahan cetakannya jelek. Tutup dan kemasannya juga kuat, tidak mudah rusak, atau kendur.

2. Kode dan ciri khas dari pabrikan

jual beli mobil jakarta




Pabrikan oli biasanya menyertakan kode-kode atau ciri khas yang sulit untuk ditiru oleh pemalsu oli. Beberapa brand menggunakan beberapa digit kode angka pada tutup botol dan leher botol (bisa dalam bentuk seal atau tercetak langsung di leher botol).

Pada oli asli, kode pada tutup botol dan leher botol selalu sama baik angka maupun bentuk cetakannya, letaknya juga sejajar antara yang di tutup dan yang di leher botol.

Beberapa pabrikan menggunakan seal penutup yang disertai hologram untuk mengindari pemalsuan dan fisik seal (segel) biasanya kuat, sementara yang palsu mudah rusak atau robek.

3. Warna

loading...


Warna oli asli jelas lebih jernih dan keemasan, sedangkan warna oli palsu lebih keruh atau warna lebih gelap. Oli asli juga tidak berbau atau sebagian menyertakan bau wangi, sedangkan oli palsu berbau tidak enak.

4. Kenali cairannya

Jika otolovers masih kurang yakin setelah memeriksa ciri-ciri di atas, Anda bisa mengecek cairan olinya langsung dengan jari tangan. Celupkan jari telunjuk pada cairan oli dan gesekkan dengan ibu jari otolovers.

Oli palsu biasanya kelicinannya berkurang dan cepat mengering, sedangkan oli asli tetap licin meskipun warnanya lebih bening dan tidak cepat kering karena komposisi zat adiktif di dalamnya masih sesuai dengan formulasi pabrikan.

5. Cepat menguap

Oli palsu biasanya lebih cepat menguap ketika digunakan. Jika oli cepat berkurang sementara mesin kendaraan dipastikan tidak ada masalah atau kebocoran, bisa jadi oli yang otolovers gunakan adalah oli palsu.

Untuk memastikan atau terhindar dari penggunaan oli palsu yang bisa merusak mesin kendaraan, sebaiknya otolovers selalu membeli oli di distributor resmi brand oli atau bengkel resmi demi terjaminnya keaslian oli yang Anda beli.