BYD Geser Honda dari 5 Besar: Peta Penjualan Mobil Indonesia Januari-September 2026 Berubah Total

BYD Geser Honda dari 5 Besar: Peta Penjualan Mobil Indonesia Januari-September 2026 Berubah Total

Persaingan industri otomotif Indonesia mengalami pergeseran signifikan sepanjang sembilan bulan pertama 2026. BYD, merek asal China yang baru beberapa tahun bermain di pasar domestik, berhasil menembus lima besar penjualan ritel nasional. Posisi ini sebelumnya ditempati Honda, yang kini terlempar ke peringkat keenam setelah penjualannya anjlok 36%.

Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) per September 2026 menunjukkan penjualan ritel BYD mencapai 43.727 unit sepanjang Januari-September 2026. Angka ini melonjak 118% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Dengan capaian tersebut, BYD menguasai pangsa pasar ritel sebesar 6,4%.

Di sisi lain, Honda hanya mencatatkan 29.903 unit, merosot 36% dari periode sama di 2025. Merek Jepang yang pernah menjadi penantang serius posisi tiga besar ini kini harus puas di belakang BYD.

Daftar 5 Besar Merek Terlaris Januari-September 2026

Berikut posisi penjualan ritel lima besar berdasarkan data Gaikindo:

  1. Toyota — 194.519 unit (pangsa pasar 28,8%, naik 3,5% YoY)
  2. Daihatsu — 109.376 unit (pangsa pasar 16,2%, naik 9% YoY)
  3. Suzuki — 54.179 unit (naik 21,9% YoY)
  4. Mitsubishi Motors — 48.414 unit (pangsa pasar 7,1%)
  5. BYD — 43.727 unit (pangsa pasar 6,4%, naik 118% YoY)

Toyota mempertahankan takhta dengan 28,8% pangsa pasar ritel. Namun angka ini turun dari 33% yang dicatatkan pada Januari 2026. Tekanan dari merek-merek baru, terutama asal China, mulai menggerus dominasi pabrikan Jepang secara bertahap.

Mengapa Honda Bisa Tergeser?

Penurunan Honda bukan terjadi dalam semalam. Sejak awal 2026, penjualan wholesales Honda sudah menunjukkan tren negatif. Pada Maret 2026, Honda bahkan hanya mencatatkan 4.129 unit wholesales, turun jauh dari posisi biasanya.

Beberapa faktor yang menyebabkan penurunan ini:

  • Keterlambatan model elektrifikasi — Honda belum punya lineup EV atau hybrid yang kompetitif di harga terjangkau. Sementara BYD menawarkan Atto 1 mulai Rp359 juta dan Dolphin mulai Rp379 juta.
  • Lineup yang menua — Model andalan Honda seperti Brio dan HR-V menghadapi kompetitor baru yang menawarkan fitur lebih lengkap di harga serupa.
  • Agresivitas dealer China — Jaringan diler BYD dan Chery tumbuh pesat di kota-kota besar, menawarkan pengalaman belanja modern dan test drive mudah.
  • Perubahan preferensi konsumen — Konsumen muda Indonesia mulai melirik teknologi EV dan fitur digital yang ditawarkan brand China.

BYD: Dari Nol ke Lima Besar dalam Tiga Tahun

BYD resmi masuk Indonesia pada 2023. Dalam waktu singkat, merek ini berhasil membangun jaringan diler, merakit mobil secara lokal, dan menawarkan harga yang menantang dominasi Jepang. Model terlaris BYD di Indonesia adalah Atto 1, SUV kompak listrik yang dijual mulai Rp359 juta.

Lonjakan 118% dalam penjualan ritel menunjukkan konsumen Indonesia tidak lagi anti terhadap mobil China. Faktor harga kompetitif, fitur melimpah, dan garansi baterai panjang (8 tahun) menjadi daya tarik utama. BYD juga aktif mengikuti pameran otomotif besar seperti GIIAS 2026 untuk memperkuat brand awareness.

Baca juga: Peta Persaingan Mobil Listrik Indonesia Semester I 2026 dan Rekor Wholesales Agustus 2026.

Dampak bagi Konsumen

Pergeseran ini menguntungkan konsumen. Persaingan ketat memaksa semua merek menawarkan harga lebih baik, fitur lebih lengkap, dan layanan purna jual lebih kompetitif. Toyota sendiri merespons dengan mempercepat pengembangan model hybrid dan menjalin kerja sama dengan FAW dan GAC untuk teknologi EV.

Bagi konsumen yang berencana membeli mobil dalam waktu dekat, kondisi ini menjadi momentum yang tepat. Pilihan semakin beragam, negosiasi semakin fleksibel, dan teknologi yang ditawarkan semakin canggih di semua segmen harga. Lihat juga data penjualan mobil September 2026 untuk gambaran lengkap pasar terkini.