Ekspor Mobil Indonesia Semester I/2026: Naik7,7 Persen, Toyota Mendominasi

Ekspor CBU Tembus251.705 Unit dalam Enam Bulan

Industri otomotif Indonesia mencatat kinerja positif di paruh pertama2026. Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) menunjukkan total ekspor mobil secara utuh (completely built up/CBU) mencapai251.705 unit hingga Juni2026. Angka itu naik7,7 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

Di sisi domestik, penjualan wholesale juga tumbuh15,8 persen di semester pertama. Secara keseluruhan, industri otomotif nasional bergerak ke arah yang lebih kuat baik di pasar lokal maupun ekspor.

Februari2026: Lonjakan26,6 Persen Secara Tahunan

Bulan Februari menjadi sorotan tersendiri. Ekspor CBU bulan itu mencapai46.585 unit, naik16,5 persen dibanding Januari2026 dan melonjak26,6 persen dibanding Februari2025 yang sebesar36.789 unit.

Tiga eksportir terbesar di bulan Februari:

  • Toyota —16.859 unit. Toyota mendominasi berkat lini produksi Avanza, Rush, dan Innova yang sebagian besar dialokasikan untuk pasar ekspor Asia Tenggara dan Timur Tengah.
  • Daihatsu —11.844 unit. Gran Max dan Xenia menjadi kontributor utama, terutama untuk pasar Filipina dan negara ASEAN lainnya.
  • Mitsubishi Motors —8.710 unit. Xpander dan Pajero Sport terus menjadi tulang punggung ekspor Mitsubishi dari pabriknya di Bekasi.

Hyundai, Suzuki, Honda, dan merek lain juga mencatatkan kontribusi ekspor meskipun dalam volume yang lebih kecil.

Ekspor Komponen Ikut Naik33,6 Persen

Bukan hanya mobil utuh yang diekspor. Pada Februari2026, ekspor komponen otomotif mencapai16,6 juta pieces, naik33,6 persen dibanding periode sama tahun sebelumnya. Angka ini menunjukkan bahwa pabrikan di Indonesia bukan hanya merakit mobil untuk pasar domestik, tapi juga menjadi penyuplai komponen untuk jaringan produksi global.

Beberapa komponen yang banyak diekspor meliputi kabel harness, komponen mesin, dan suku cadang sasis. Pertumbuhan ekspor komponen ini sejalan dengan investasi pemerintah dalam pengembangan kawasan industri otomotif di Karawang, Bekasi, dan Subang.

September2026: Penjualan Domestik Melonjak28,1 Persen

Di pasar dalam negeri, September2026 mencatat lonjakan penjualan mobil baru sebesar28,1 persen secara tahunan menjadi79.450 unit. Meskipun melambat dari pertumbuhan32,4 persen di Agustus, angka ini tetap menunjukkan permintaan konsumen yang kuat.

Segmen Low MPV dan LCGC tetap mendominasi penjualan. Toyota Avanza, Daihatsu Xenia, Honda Brio, dan Toyota Calya menjadi model paling laris. Segmen SUV juga tumbuh berkat masuknya model-model baru seperti Chery Q yang meluncur di GIIAS2026.

BYD Bangun Pabrik di Subang, Sinyal Kuat untuk Pasar EV

Salah satu perkembangan signifikan adalah pembangunan pabrik BYD di Subang, Jawa Barat. Pabrik seluas108 hektare ini merupakan bagian dari investasi Rp16 triliun dan diproyeksikan berkapasitas150.000 unit per tahun. Produksi direncanakan mulai kuartal pertama2026.

Pabrik ini tidak hanya berfungsi sebagai fasilitas perakitan, tapi juga pusat riset dan pengembangan serta pelatihan. Kehadiran BYD di Indonesia menambah tekanan kompetitif di segmen kendaraan listrik, yang sudah diisi oleh Wuling Air ev, Hyundai Ioniq5, dan Chery Q.

Tren ke Depan: Indonesia Jadi Basis Produksi Otomotif Regional

Gabungan pertumbuhan ekspor CBU, ekspor komponen, dan penjualan domestik menempatkan Indonesia sebagai salah satu basis produksi otomotif terpenting di Asia Tenggara. Dukungan pemerintah melalui insentif fiskal dan pembangunan infrastruktur logistik memperkuat posisi ini.

Tantangan ke depan meliputi stabilitas kurs rupiah yang mempengaruhi biaya impor bahan baku, serta percepatan pembangunan infrastruktur charging untuk kendaraan listrik. Jika kedua faktor ini terkelola dengan baik, target ekspor500.000 unit per tahun bukan hal yang mustahil.

Baca juga: Peta Pasar Mobil Indonesia2026: MPV Masih Raja, Listrik Naik Daun dan Chery Q Meluncur di GIIAS2026: Compact EV Harga Mulai Rp239,9 Juta.