Penjualan Daihatsu Januari-Oktober 2026 Naik 8 Persen, Gran Max Isi 51 Persen

PT Astra Daihatsu Motor membukukan penjualan ritel 121.471 unit sepanjang Januari hingga Oktober 2026. Angka ini tumbuh sekitar 8 persen dibanding periode yang sama tahun lalu yang berhenti di 112.530 unit. Artinya, Daihatsu menambah 8.941 unit penjualan dalam setahun terakhir, dan bertahan di posisi kedua merek terlaris nasional di bawah Toyota.

Capaian ini sejalan dengan pasar nasional yang tumbuh sepanjang tahun. Gaikindo mencatat distribusi mobil dari pabrikan ke dealer mencapai 679.020 unit pada Januari sampai September 2026, naik 21 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Gran Max menyumbang separuh penjualan

Gran Max mencatat penjualan 62.377 unit pada sepuluh bulan pertama 2026, atau sekitar 51 persen dari total penjualan Daihatsu. Pada kuartal ketiga 2026 secara keseluruhan, Daihatsu menjual 37.167 unit, naik 10 persen dibanding kuartal yang sama tahun lalu. Angka tersebut naik sekitar 29 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Kenaikannya melampaui pertumbuhan total perusahaan, sehingga porsi kendaraan niaga dalam komposisi penjualan Daihatsu makin besar.

Gran Max dipakai untuk distribusi barang, perdagangan, sampai jasa. Permintaan model ini sejalan dengan lonjakan pasar kendaraan niaga nasional yang tumbuh 42 persen pada 2026, dengan truk ringan sebagai mesin pertumbuhannya. Pedagang dan pelaku usaha kecil tetap memilih Gran Max karena ketersediaan suku cadang dan jaringan bengkel yang luas.

LCGC dan Terios menopang sisa penjualan

Ayla dan Sigra bersama-sama mencatat 36.459 unit sepanjang Januari-Oktober 2026, sekitar 30 persen dari penjualan Daihatsu. Terios membukukan 12.425 unit dengan kontribusi sekitar 10 persen. Empat model ini menjumlah 111.261 unit atau sekitar 91,6 persen penjualan Daihatsu. Sisa 10.210 unit berasal dari model lain yang tidak dirinci perusahaan.

Komposisi ini memperlihatkan konsentrasi penjualan Daihatsu pada sejumlah model utama. Gran Max menyumbang porsi terbesar untuk kebutuhan usaha, sedangkan Ayla, Sigra, dan Terios menopang permintaan kendaraan penumpang keluarga. Segmen LCGC yang diisi Ayla dan Sigra menyumbang sekitar 30 persen penjualan Daihatsu, konsisten dengan peran segmen ini sebagai pasar terbesar bagi mobil-mobil Astra Daihatsu.

Terios punya posisi tersendiri. SUV ini memimpin segmen SUV medium di bawah Rp300 juta sepanjang kuartal ketiga 2026 menurut data yang dihimpun Daihatsu, dengan pembeli yang mencari kabin tujuh penumpang tanpa membayar harga SUV ladder frame.

Oktober ditutup dengan kenaikan tiga model

Secara bulanan, Ayla terjual 1.005 unit pada Oktober 2026, naik sekitar 32 persen dibanding bulan yang sama tahun lalu. Sigra mencatat 2.744 unit, naik sekitar 17 persen. Terios membukukan 1.305 unit, naik sekitar 12 persen. Kenaikan tiga model ini menopang kuartal ketiga 2026 yang menghasilkan penjualan ritel 37.167 unit, tumbuh 10 persen dibanding kuartal ketiga 2025 yang berhenti di 33.613 unit.

Strategi tiga pilar Daihatsu

Daihatsu menempatkan capaian penjualan ini sebagai cermin kepercayaan pelanggan lewat semangat 'Karena Kamu Ada - Semua Jadi Mudah'. Program itu bertumpu pada tiga pilar: Mudah Punya, Mudah Pakai, dan Mudah Jual Kembali.

Rokky Irvayandi, Marketing Director & Corporate Function Director PT Astra Daihatsu Motor, mengucapkan terima kasih atas kepercayaan pelanggan. "Bagi kami, angka penjualan ini menjadi dorongan untuk terus memahami apa yang dibutuhkan masyarakat, baik kendaraan untuk keluarga, aktivitas sehari-hari, maupun usaha," ujarnya.

Bagi Daihatsu, kemudahan memiliki mobil tidak berhenti saat kendaraan diterima konsumen. Kendaraan perlu mudah dipakai untuk aktivitas sehari-hari, mudah dirawat, dan nilainya tetap terjaga ketika pemiliknya ingin berganti mobil. Rokky menutup pernyataannya dengan komitmen memberi kemudahan sejak pelanggan memilih kendaraan hingga sepanjang masa kepemilikannya.

Apa artinya bagi pembeli

Kontribusi Gran Max yang separuh dari total penjualan menandakan permintaan usaha kecil dan menengah masih kuat pada 2026. Untuk pembeli kendaraan niaga, angka ini berarti ketersediaan suku cadang dan purna jual yang terjaga karena volumenya besar. Untuk pembeli mobil keluarga, dominasi Ayla, Sigra, dan Terios berarti pilihan warna dan varian yang lebih beragam di dealer, sekaligus pasar bekas yang likuid saat Anda berencana mengganti mobil.

Pertumbuhan 8 persen Daihatsu juga terjadi di tengah pergeseran konsumen ke mobil bekas yang mendorong Toyota meminta stimulus daya beli. Merek yang penjualannya bertumpu pada model dengan harga masuk wajar, seperti lini Daihatsu, lebih tahan terhadap tekanan tersebut. Naiknya penjualan Ayla dan Sigra pada Oktober menunjukkan pembeli entry level kembali masuk pasar setelah bulan-bulan sebelumnya menahan diri.

Dengan komposisi yang bertumpu pada empat model, Daihatsu cukup bergantung pada keempatnya. Satu model yang tersendat akan langsung terlihat pada total penjualan bulanan. Di sisi lain, fokus model memudahkan perusahaan menjaga stok suku cadang dan program purna jual yang konsisten.

Konteks pasar nasional

Pasar mobil nasional masih tumbuh kuat sampai September 2026 dengan 679 ribu unit terjual dalam sembilan bulan. Total transaksi ritel pasar menembus sekitar 676 ribu unit pada periode yang sama. GAIKINDO membidik total 850 ribu unit sepanjang tahun, dengan kuartal IV sebagai penentu. Posisi Daihatsu sebagai merek Astra juga perlu dibaca bersama penurunan pangsa pasar Astra ke 49,3 persen akibat merek non-Astra yang tumbuh 50 persen. Pertumbuhan 8 persen Daihatsu jadi tanda merek lama masih punya ruang, walau peta persaingan berubah cepat.